tes

Minggu, 06 November 2016

Linux Adalah...


Tux.svg
Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.
Nama "Linux" berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.
Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox), telepon genggam dan router. Ada beberapa software yang sering digunakan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari:

1. Open Office, biasanya aplikasi ini sudah disertakan di beberapa Distro terkenal seperti Ubuntu, Mint, dan Debian.
2. Libre Office, selain Open Office, sangat banyak sekali Aplikasi Office,yang berlisensi GNU/GPL, diantaranya adalah Libre Office, libreoffice awalnya di launching pada distro Linux Ubuntu 11.04, Libre Office menawarkan kenyamanan, kecepatan, dan keamanan kerja, yang tentunya tidak kalah dengan Open Office.
3. Audacious, adalah aplikasi multimedia yang mirip dengan player Winamp, Audacious adalah aplikasi pemutar musik yang sangat ringan dan mudah, kita dapat memainkan file-file video seperti *.flv,*.mov,*.mpg, dan masih banyak lagi file-file ekstensi video yang dapat diputar dengan mudah pada Audacious.
4. Gnome-Mplayer, adalah sebuah aplikasi berlisensi GNU/GPL yang berfungsi sebagai pemutar video, gnome mplayer dapat memutar berbagai jenis ekstensi file video, gnome-mplayer dapat kita integrasikan dengan file-file title *.srt agar kita dapat memutar video dengan menggunakan title *.srt, desain gnome-mplayer didesain dengan interface simple inilah merupakan gnome-mplayer menjadi menarik, dan mudah untuk digunakan dan dipahami.
5. Brasero, adalah aplikasi Disc Burner yang didesain berbasis Free, yang dirancang untuk pengguna DE Gnome, dengan desain interface bersahabat, para pengguna distro linux awam dapat menggunakan brasero dengan mudah dan nyaman.
6. Cheese, adalah aplikasi GNU/LINUX yang digunakan untuk memfasilitasi semua itu, dengan penggunaan yang mudah dan sederhana, Cheese juga dilengkapi dengan beberapa effect yang sudah disediakan.
7. Mobile Media Converter, adalah sebuah aplikasi converter yang berbasis GNU/LINUX yang sanggup mengconverter file-file multimedia seperti MP3, 3GP,WAV,MPEG,AVI,WMV,FLV,AMR, menjadi sebuah ekstensi file sesuai dengan yang kita inginkan.
8. Google Chrome browser adalah browser yang dikenal ringan dan cepat dalam mengakses informasi, yang dibuat oleh perusahaan Google, dibuat dan didesain untuk multiplatform sistem operasi, oleh karena itu bisa dijalankan di distro-distro linux.
9. X-Chat IRC adalah aplikasi chatting client IRC (internet Relay Chat), berfungsi agar kita terhubung dan dapat saling berkomunikasi dengan siapa saja dan kapan saja.
10. Gwget adalah sebuah aplikasi Download manager, didesain dengan interface GUI, agar lebih mempermudah user untuk menggunakannya, gwget berfungsi sebagai manager dari file yang kita download agar bisa diselesaikan download tersebut dengan cepat dan file yang di download tidak mengalami kerusakan, keutamaan dari download manager adalah, agar dapat mempercepat akses dan efisien dalam melakukan download file,Gwget adalah versi GUI dari wget yang sebelumnya didesain hanya bisa mengetikkan dan mendownload file melalui terminal.
11. Gimp adalah aplikasi Image editor berbasis GNU/GPL, yang berfungsi untuk mengedit gambar dan memanipulasi sebuah objek berupa gambar, sama halnya dengan adobe photoshop, gimp mengenal bebragai jenis format format image, diantaranya gimp dapat membuka file *.psd yang kita kenal hanya bisa dibuka melalui adobe photoshop, gimp didesain dengan mengutamakan kemudahan, kecepatan dan keamanan kerja, sehingga user, mudah dan cepat untuk terbiasa menggunakan gimp. gimp didesain dengan interface yang bersahabat. dimana terdapat menu-menu sehingga memungkinkan kita untuk mempermudah mengungkapkan ekspresi kita melalui gambar yang akan kita edit melalui gimp.
12. Inkscape adalah aplikasi Distance Vector berbasis GNU yang didesain agar dapat mempermudah user untuk membuat sketsa,lukisan,dan gambar dengan mudah. inkscape menyediakan interfaces yang user friendly sehingga mudah dipahami, dan digunakan oleh siapa saja. kelebihan inkscape adalah dapat membaca banyak ekstensi file, contoh ekstensi SVG, inkscape dapat membuka banyak file gambar kedalam banyak workscape, disamping itu penggunaan memory yang relatif kecil.
13. Blender adalah sebuah software 3D grafis berbasis GNU/GPL, Blender merupakan produk GNU/GPL yang terkenal karena sering digunakan untuk membuat film animasi, visual effect, aplikasi 3d interaktif, dan game-game.
14. Compiz adalah aplikasi visual effect yang menawarkan berbagai macam efek 2 dimensi maupun 3 dimensi, kemudahan konfigurasi compiz merupakan suatu hal yang diutamakan dari pembuatan aplikasi ini, sehingga user dapat dengan mudah mengatur berbagai effect yang disediakan dalam Compiz, compiz berlisensi GNU/GPL sehingga siapa saja bisa menggunakannya.
15. Cairo-Dock adalah aplikasi docking sebagai jalan pintas menuju aplikasi tertentu di desktop dan juga untuk mempercantik desktop, Cairo-Dock berlisensi GNU/GPL. Cairo-Dock memiliki banyak efek-efek animasi yang beragam sehingga banyak diminati oleh pengguna linux.

Sumber:
How to pronounce Linux?. (Google Groups).

20 Januari 2007 "Linux Online ─ Tentang Sistem Operasi Linux". Linux.org. Diakses tanggal 6 Juli 2007.
Weeks, Alex (2007). "1.1". Linux System Administrator's Guide (version 0.9 ed.). Diakses tanggal 18-Jan-2007.
https://asanisembiring.wordpress.com/2012/03/06/contoh-aplikasi-pada-linux/

Blender

Blender adalah perangkat lunak sumber terbuka grafika komputer 3D. Perangkat lunak ini digunakan untuk membuat film animasi, efek visual, model cetak 3D, aplikasi 3D interaktif dan permainan video. Blender memiliki beberapa fitur termasuk pemodelan 3D, penteksturan, penyunting gambar bitmap, penulangan, simulasi cairan dan asap, simulasi partikel, animasi, penyunting video, pemahat digital, dan rendering.
Untuk spekifikasi yang dibutuhkan untuk penginstallan software ini sangatlah sederhana
  • Intel pentium III atau lebih/ AMD dsbg
  • Ram 64Mb
  • VGA 4Mb
  • Disk Space 35Mb
  • Windows 2000 dan lebih, Linux.
Target di profesional media dan seniman, Blender dapat digunakan untuk membuat visualisasi 3D, stills serta siaran dan video berkualitas bioskop, sedangkan penggabungan mesin 3D real-time memungkinkan penciptaan konten 3D interaktif untuk pemutaran yang berdiri sendiri. Blender memiliki berbagai macam kegunaan termasuk pemodelan, menjiwai, rendering, texturing, menguliti, rigging, pembobotan, editing non-linear, scripting, composite, post-produksi dan banyak lagi.
Blender tersedia untuk berbagai sistem operasi, seperti:
  • Microsoft Windows
  • Mac OS X
  • Linux
  • IRIX
  • Solaris
  • NetBSD
  • FreeBSD
  • OpenBSD.
Perangkat lunak ini berlisensi GPL (GNU General Public License) dan kemudian kode sumbernya tersedia dan dapat diambil siapa saja.

PERINGATAN!!!!SERING-SERINGLAH ANDA MELAKUKAN SAVE SETIAP MELAKUKAN LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGGAMBAR, KARENA BLENDER SUKA NOT RESPONDING.

Jumat, 04 November 2016

Implikasi dan dampak terhadap digital cinema di masyarakat

 
      Teknologi digital cinema merupakan teknologi dimana sebuah hasil karya yang mencakup efek, video, audio, dsb diterapkan dalam sebuah karya film. Digital cinema merujuk pada penggunaan teknologi digital untuk mendistribusikan dan menayangkan gambar bergerak. Sebuah film dapat didistribusikan lewat perangkat keras, piringan optik atau satelit serta ditayangkan menggunakan proyektor digital alih-alih proyektor film konvensional.

     Bagi masyarakat, dengan adanya kemajuan teknologi di bidang sinema digital khususnya dengan adanya bioskop adalah masyarakat dapat melihat film dengan layar yang lebar dan suasana yang lebih nyaman. Contohnya di bioskop film akan main/mulai diputar, lampu dimatikan dan pintu-pintu ditutup sehingga penonton dapat konsentrasi memusatkan segala perasaannya. Lalu penonton dapat menikmati film dengan efek-efek yang terlihat seperti asli, tidak seperti zaman dulu.

     Selain film, video game sekarang juga memiliki tampilan/efek yang sudah detail tidak seperti dulu karena adanya teknologi digital sinema. Selain itu pengguna juga bisa membuat film/game sendiri karena sudah banyak software yang menyediakan untuk membuat game atau film, dan tentunya tersedianya softwarenya secara gratis (seperti pembahasan saya sebelumnya yaitu Blender dan Unity).

     Digital cinema dapat dibuat dengan media video yang untuk penayangannya dilakukan transfer dari format 35 milimeter (mm) ke format high definition (HD). Proses transfer ke format HD melalui proses cetak yang disebut dengan proses blow up. Setelah menjadi format HD, penayangan film dilakukan dari satu tempat saja, dan dioperasikan ke bioskop lain dengan menggunakan satelit, sehingga tidak perlu dilakukan salinan film. Contohnya, dari satu bioskop di Jakarta, film dapat dioperasikan atau diputar ke bioskop-bioskop di daerah melalui satelit.

     Sebelum teknologi digital muncul dalam pembuatan sinema, sinema harus dibuat dengan pita seluloid yang harganya amat mahal. Pita seluloid 35 mm satu rollnya berharga empat juta dan hanya mampu merekam sepanjang empat menit. Berarti untuk membuat sinema berdurasi 100 menit dibutuhkan dana sekitar 25 juta rupiah. Itu hanya untuk merekam gambar dan belum untuk mengedit dan memperbanyak gambar. Pada sinema seluloid, sinema harus melalui proses printing dan blow up yang bisa menghabiskan dana minimal 233 juta rupiah.

     Sedangkan biaya untuk membuat kopi sinema adalah 10 juta rupiah. Padahal untuk diputar di bioskop di seluruh Indonesia, sebuah sinema minimal harus memiliki 25 kopi. Artinya produser harus menyediakan dana 250 juta rupiah. Salah satu media digital cinema adalah film. Film digunakan sebagai media yang merefleksikan film secara nyata, atau bahkan membentuk sebuah kenyataan itu sendiri. Cerita yang ditayangkan lewat film dapat berbentuk fiksi atau non fiksi.

     Lewat film, informasi dapat dikonsumsi dengan lebih mendalam karena film adalah media audio visual. Di mata masyarakat, tentunya digital cinema juga sangat berguna dalam aktifitas beberapa masyarakat itu sendiri. Contohnya, di kalangan pelajar atau mahasiswa, digital cinema banyak digunakan untuk media-media pembelajaran maupun penyerapan informasi dari karya tersebut.

     Kemudian, di mata masyarakat awam, digital cinema digunakan sebagai sarana hiburan yang bermanfaat untuk media pembelajaran bagi anak-anak, sarana hoby, maupun untuk sekedar menyegarkan pikiran disela-sela aktifitas yang padat.

     Masyarakat kini dimanjakan oleh fasilitas-fasilitas teknologi yang semakin berkembang dalam dunia digital cinema. Contohnya, teknologi 3D maupun 4DX yang membuat film terasa nyata dan membangkitkan realitas dalam menonton film. Sarana-sarana lain yang mendukung juga disuguhkan demi terciptanya kenyamanan bagi masyarakat untuk menonton di bioskop.

SUMUR:
https://friscaarianja.wordpress.com/2015/11/08/implikasi-dan-dampak-terhadap-digital-cinema-di-masyarakat/

Konfigurasi dan Komponen dari Model Digital Cinema







DLP Digital Light Processing : adalah singkatan dari Digital Light Processing. Ini adalah metode proyeksi menggunakan chip DLP ®. Dalam hal konfigurasi chip tunggal, cahaya yang dipancarkan dari sumber cahaya dibagi ke dalam tiga warna utama R (merah), G (hijau), dan B (biru) oleh sumbu waktu dengan roda warna berputar dengan kecepatan tinggi. Lampu ini tercermin pada chip DLP ® dan diproyeksikan pada layar melalui lensa. Dalam kasus konfigurasi tiga-chip, sinar terfokus yang dipancarkan dari sumber cahaya adalah collimated (beam paralel) melalui integrator dan kemudian dibagi ke dalam tiga warna utama R (merah), G (hijau), dan B (biru ). Lampu ini diiradiasi dengan chip DLP ®. Warna lampu dimodulasi disintesis dengan prisma warna dan kemudian diperbesar dengan lensa proyeksi.

Tiga produsen telah melisensi teknologi DLP Cinema yang dikembangkan oleh Texas Instruments (TI): Christie Digital Systems, Barco, dan NEC. Sementara NEC adalah pendatang baru dalam Digital Cinema, Christie adalah pemain utama di Amerika Serikat dan Barco yang memimpin di Eropa dan Asia. Awalnya Proyektor DLP DCI-compliant yang tersedia hanya di resolusi 2K saja, tapi di awal 2012, ketika sudah resolusi 4K DLP Chip TI diproduksi penuh, proyektor DLP telah tersedia di kedua resolusi 2K dan 4K. Awal proyektor DLP Cinema, yang dikerahkan terutama di AS, yang digunakan terbatas pada resolusi 1280 × 1024 atau setara dengan 1,3 MP (megapixel). Digital Projection Incorporated (DPI) dirancang dan dijual ke beberapa unit DLP Cinema (is8-2K) ketika teknologi TI 2K.





Komponen Utama DLP:

1. Source Light
Teknologi DLP adalah cahaya-sumber agnostik dan dengan demikian dapat digunakan secara efektif dengan berbagai sumber cahaya. Secara historis, sumber cahaya utama yang digunakan pada sistem layar DLP telah menjadi tekanan tinggi diganti lampu xenon arc Unit (mengandung tabung busur kuarsa, reflektor, sambungan listrik, dan kadang-kadang kuarsa / kaca perisai), sedangkan sebagian besar kategori pico (ultra kecil) proyektor DLP menggunakan LED daya tinggi atau laser sebagai sumber penerangan.

2. DLP Chip




DLP chip mengendalikan putaran color wheel.

3. Color Wheel






Color Wheel dibagi dalam sector warna utama yaitu red, blue, dan green, dan warna gabungan seperti cyan, magenta,yellow, dan white. Warna gabungan menghasilkan lebih banyak spectrum warna (Brilliant Color).

4. DMD (Digital Micromirror Device)

DMD chip menggunakan cermin-mikron yang terbuat dari aluminium untuk merefleksikan cahaya dan menampilkan gambar.
DMD juga berisi:
· IC CMOS DDR SRAM, memory yang secara elektostatis menggerakkan cermin ke posisi on/off sesuai logic yang diberikan
· Heat Sink
· Optical Window, yang bias melewatkan cahaya dan melindungi cermin dari debu dan kotoran.


Sumber:
http://slideplayer.info/slide/3329396/
https://depotprojector.wordpress.com/technology-words-3/
https://en.wikipedia.org/wiki/Digital_Light_Processing#Light_source
http://cynthiadianasinaulan.blogspot.co.id/2015/11/konfigurasi-dan-komponen-dari-model.html

Aplikasi Digital Cinema Berbasis Desktop

VLC Media Player

 
VLC Media Player yang biasa kita ketahui sebuah aplikasi yang menggunakan lambang palang jalan atau pembatas merupakan sebuah perangkat software pemutar bermacam – macam file berbasis multimedia, baik video maupun audio dalam berbagai format, seperti MPEG, DivX, Ogg, dan lain-lain. VLC Media Player juga dapat digunakan untuk memutar DVD,VCD, maupun CD. VLC Media Player bersifat open source dan tersedia untuk bermacam – macam OS. Mulai dari Microsoft Windows, beragam distro Linux, Mac OS, dan beberapa sistem operasi lainnya.
Salah satu kelebihan yang paling menonjol dari VLC Media Player adalah selain cepat dan ringan, kelengkapan dari codec yang dimiliki juga sudah mumpuni. Dengan kata lain, VLC dapat memutar hampir seluruh jenis atah ekstensi berkas audio maupun video yang ada.
Di balik tampilan programnya yang sederhana, pemutar berkas multimedia ini dilengkapi dengan beragam fitur tambahan, seperti kemampuan subtitle, tag format, konversi, filter, skin, dapat dioperasikan melalui berbagai interface, tersedia dalam bahasa Indonesia, dan masih banyak lagi. Bahkan, program ini juga bisa dijadikan sebagai server untuk kebutuhan streaming di jaringan lokal dan internet. Publisher dari software VLC adalah PortableApps.com (John T. Haller) dan VideoLAN.
VLC juga dikenal sebagai multimedia player multi platform, karena bisa diinstall di sembarang sistem operasi komputer. Player VLC juga bisa diinstall secara portable di media simpan external, misalnya di USB Flash Disk. Sistem operasi untuk smart phone seperti Android pun sudah didukung. 
Program VLC Media Player banyak diaplikasikan dan digunakan oleh berbagai kalangan pengguna komputer. VLC Media Player merupakan software gratis (open source). VLC Media Player dapat dijalankan di sistem operasi Windows XP SP2, Windows Vista, Windows 7. Selain itu VLC juga menyediakan paket software untuk sistem operasi Mac OS X, GNU/Linux, bahkan Android. Untuk menginstall versi terbaru program ini, tidak banyak spesifikasi sistem yang dipersyaratkan. Sepanjang komputer Windows Anda memiliki ruang harddisk dengan kapasitas kosong minimal 70 MB, semua akan berjalan lancar.

Media Player Classic (MPC)

Media player classic(MPC) adalah media player yang sudah kompatibel dengan windows 32-bit atau 64-bit. Media Player Classic sedikit meniru windows media player dalam hal tampilan atau interface. Perbedaanya MPC lebih terbilang ringan, dan sudah menyediakan beberapa fitur yang terdapat pada media Digital Cinema modern.
Media Player Classic, diciptakan dan dirancang oleh seorang programmer bernama Gabest. Gabest juga seorang programmer yang menciptakan plugin grafis PCSX22 dan GSdx. Awalnya dikembangkan sebagai aplikasi yang tidak terpublikasi, namun kemudian terjadi penggantian lisensi sebagai software bebas di bawah ketentuan GNU.
Pengembangan dari MPC sendiri sempat terhenti pada Mei 2006. Setelah setahun vakum dalam perkembangannya, munculah pada tahun 2007 pembaharuan MPC versi 6.4.9.1 yang dikembangkan kembali oleh sebuah forum/perkumpulan yang disebut Doom9. Pembaharuan ini dimaksudkan untuk memperbaiki bug dan memperbaharui library yang ada pada MPC. Pada perkembangannya, MPC terus memasukkan pembarharuan yang cukup signifikan.
Software ini Mampu memutar hampir semua Jenis Video di antara nya WAV, WMA, MP3, OGG, SND, AU, AIF, AIFC, AIFF, MIDI, MPEG, MPG, MP2, VOB, AC3, DTS, ASX, M3U, PLS, WAX, ASF, WM, WMA, WMV, AVI, CDA, JPEG, JPG, GIF, PNG, BMP, D2V, MP4, SWF, MOV, QT, FLV. Salah satu keisitimewaan software ini sangat mudah cara menggunakan nya dan juga tidak memberatkan PC anda. Berikut beberap Fitur yang di Miliki Oleh Media Player Classic :
  • Option to remove tearing
  • Support for EVR(Enhanced Video Render)
  • Support Subtitle
  • On Screen Display
  • Support for Multi-Monitor Configuration
Sumber :
http://jeumpasoft.blogspot.co.id/
https://en.wikipedia.org
https://id.wikipedia.org/
http://info-program-komputer.blogspot.co.id/
http://static.filehorse.com/

Selasa, 25 Oktober 2016

Cara menginstall COBOL

1. Download file Cobol mscobol.zip.
2. Ekstrak Filenya di tempat folder baru dengan nama cobol.(cuma di ekstrak).
3. simpan file cobol anda 1 folder dengan file Cobol yang telah diekstrak.
Selamat mencoba...

Senin, 10 Oktober 2016

Sejarah 3D



     Halo gan, semoga sehat selalu... Karena semakin berkembangnya teknologi di seluruh sektor kehidupan manusia. Mulai dari militer, smartphone, alat elektronik, bahkan film. Maka dari itu pada kali ini blog www.dikinuwa.blogspot.com akan membahas tentang sejarah Film 3D.

Monggo dibaca dengan seksama.
    
     Pada tahun 1856, JC d’Almeida memberikan demonstrasi di Academie de Sciences tentang gambar-gambar stereoscopik (dua gambar foto yang sama dengan perspektif sedikit berbeda satu sama lain berjarak sekitar dua setengah inci yang merepresentasikan jarak antara kedua mata manusia) yang diproyeksikan secara bergantian dengan cepat melalui slides cahaya lentera berwarna merah dan hijau. Sementara itu penonton memakai kaca mata merah dan hijau sehingga mereka bisa melihat gambar foto itu secara tiga dimensi.
 
     Kemudian pada tahun 1890an, Ducos du Hauron mematenkan temuannya berupa dua warna, sistem anaglyph: dua lembar film positif transparan stereoscopik di-superimpose (ditumpuk). Ketika diproyeksikan, penonton bisa melihat efek tiga dimensi dengan memakai kacamata anaglyph (lensa merah di satu sisi dan lensa biru di sisi yang lain). Pada masa sekarang kaca mata anaglyph memakai lensa merah dan cyan.
Ducos du Hauron


     Lalu Pada tahun 1897, C. Grivolas mengadaptasi sistem anaglyph ini untuk memutar film bergerak (motion pictures) secara 3D namun pengaplikasian teknologi ini baru dipakai pertama kali untuk film layar lebar di tahun 1922 dengan film The Power of Love yang dibuat oleh Harry K Fairall. Secara teknis film ini memakai sistem anaglyph dan dual film strip projection. Artinya, dibutuhkan dua strip film yang diputar secara bersamaan dengan dua proyektor film sejajar.

     Anaglyph sendiri memiliki kelemahan, yaitu untuk menghasilkan efek tiga dimensi, sistem ini melakukan pemblokiran warna-warna tertentu dari gambar stereoscopik yang diproyeksikan ke layar untuk mendapatkan efek 3D. Akibatnya tidak tercapai full colour. Hal ini tidak bermasalah di zaman film hitam-putih. Ketika muncul film berwarna di tahun 1935 maka ini menjadi sebuah problem.

     Tak lama kemudian, Edwin Land mematenkan temuannya berupa filter Polaroid di tahun 1932. Filter Polaroid dibentuk dengan tumpukan lapisan-lapisan filter tipis transparan yang dimiringkan dengan sudut tertentu untuk meniadakan silau (glare) cahaya yang dilewati filter itu. Di kemudian hari filter ini bisa diaplikasikan untuk teknologi 3D dan kamera instan Polaroid.
 
Edwin Land
     Di Uni Soviet pada tahun 1930an, seorang insinyur Rusia berhasil menyempurnakan teknologi film 3D dengan sistem yang disebut parallax stereogram. Sistem ini berfungsi menghasilkan proyeksi gambar film tiga dimensi tanpa penonton memakai kacamata anaglyph atau apapun. Kekurangan sistem ini adalah apabila duduk miring atau melihat dari perspektif yang miring maka efek stereoscopi atau 3D film itu buyar.

Masa Keemasan

Poster film Bwana Devils (1952), perintis 3D di Hollywood

     Film ini ditulis dan disutradarai oleh Arch Oboler dan dianggap sebagai film layar lebar pertama berwarna dengan sistem Polaroid 3D dual strip. Setelah itu banyak muncul film-film 3D lainnya seperti Man in The Dark, House of Wax, It Came From Outer Space, Dial M For Murder, Creature From The Black Lagoon, Inferno, dan lain-lainnya. Kemudian popularitas film 3D secara tak diduga akan menurun. 
Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi:
1. Distributor film beranggapan, karena film 3D menggunakan dual strip untuk setiap pemutaran,      berarti harga sewa copy film menjadi dua kali lipat.
2. Karena memakai sistem dual strip dengan proyektor ganda yang saling terkait, maka setiap pemutaran film harus dipastikan gambar dari kedua proyektor sinkron setiap saat agar penonton tidak mengalami efek pusing atau mata pegal.
3. Di samping itu, tidak fokusnya gambar pada salah satu proyektor akibat kecerobohan proyeksionis juga dapat membuat penonton mengalami pusing dan mata pegal.
      Akibat kendala-kendala di atas, setelah 1955, tren film 3D cenderung menurun dan era keemasan tahun 50an berakhir.
 
     Di Indonesia, ada sebuah film dengan format 3D tahun 2012 berjudul Jendral Kancil the Movie dan animasi Petualangan Singa Pemberani. Film ini juga merupakan bagian dari promosi es krim Wall’s Paddle Pop. Tren film 3D Indonesia ke depan sepertinya tidak jelas dengan kondisi perfilman nasional yang masih terjebak dengan masalah-masalah klasik seperti sistem tata edar yang dianggap tidak berpihak ke perfilman nasional, apresiasi penonton yang kurang, risiko tinggi secara finansial yang harus ditanggung produser, pola kerja industri yang serba instan, dan sebagainya.
Salah satu contohnya nih gan..


     Ternyata film 3D itu sudah ada pada tahun 1952 dan konsepnya telah ditemukan oleh JC d’Almeida Pada tahun 1856. Mengagumkan ya,gan....


                                                                      Cara kerja 3D



Bonus nih,gan,,,
 

Sumur nya nih gan...

http://tpe-3d-sainte-marie-2013.e-monsite.com/album/louis-ducos-du-hauron.html
https://signalvnoise.com/posts/2666-the-story-of-polaroid-inventor-edwin-land-one-of-steve-jobs-biggest-heroes
http://www.21cineplex.com/petualangan-singa-pemberani,2918.htm
Artikel Art of Digital 3D Stereoscopic Film (Mike Seymour, fxguide, 25 Maret 2008)

Artikel 3D Film di Wikipedia
Artikel RealD Cinema di Wikipedia