tes

Selasa, 09 Februari 2016

MAKALAH BANJIR


MASALAH SOSIAL BANJIR DI KELURAHAN DUREN JAYA
 



(untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial dasar)
Bapak Edi Fakhri
MAKALAH
Disusun Oleh:
Diky pamungkas
                                                             51415902
                1IA21


  

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
TEKNIK INFORMATIKA
Tahun 2015-2016
Universitas Gunadarma kampus J1
Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Jawa Barat
(021) 78881112


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, pada semester I, di tahun ajaran 2016 dengan  judul MASALAH SOSIAL BANJIR DI KELURAHAN DUREN JAYA.
Dengan membuat tugas ini saya diharapkan mampu untuk memahami makna dari masalah sosial banjir. Dalam proses penyelesaian makalah ini, kami mengalami banyak kesulitan yang disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan dan waktu. Namun, berkat  bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan cukup baik. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.      EDI FAKHRI selaku dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, yang telah memberikan arahan dan memotivasi kami untuk menjadi mahasiswa yang aktif dan hebat.
2.      Orang tua dan keluarga kami yang memberikan motivasi dan bantuan,  baik secara moral maupun materi.
Saya sadar, sebagai mahasiswa baru yang masih harus banyak belajar, penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun, agar penulisan makalah di masa mendatang bisa lebih baik.
Saya berharap semoga makalah kami dapat memberi informasi yang berguna bagi  pembacanya, terutama mahasiswa, supaya kelak menjadi pribadi yang berwawasan luas, karena kita adalah penerus bangsa Indonesia.


                                                                                                 PENYUSUN
                                                                                             

                                                                                               Diky Pamungkas

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Masalah

Indonesia adalah negara yang luas dan memiliki sumber daya alam yang melimpah. Penduduk Indonesia pun hidup nyaman selama bertahun-tahun. Hal ini disebabkan iklim di Indonesia sangat bersahabat. Hampir tidak ada tanah di Indonesia yang tanpa ditumbuhi pepohonan. Indonesia beriklim tropis dengan     curah hujan yang tinggi. Sinar matahari pun sampai ke wilayah Indonesia sepanjang tahun. Di Indonesia terjadi berbagai peristiwa alam. Peristiwa-peristiwa alam terjadi akibat pengaruh alam.
Peristiwa alam adalah peristiwa yang terjadi karena pengaruh yang ditimbulkan oleh alam itu sendiri. Peristiwa alam dapat bersifat merugikan dan membahayakan. Akan tetapi, dapat pula tidak membahayakan. Contoh peristiwa alam yang membahayakan adalah banjir, gunung meletus, gempa bumi, angin topan, dan   tanah   longsor.   Peristiwa   alam   yang   tidak   membahayakan   misalnya pergantian musim, terbentuknya embun, dan pelangi.
            Salah satu peristiwa alam yang merugikan manusia dan sering terjadi di Indonesia adalah banjir. Banjir adalah peristiwa alam yang bisa dikategorikan sebagai sebuah bencana. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
            Banjir merupakan bencana yang sudah menjadi ”langganan” bagi beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, di kelurahan Duren Jaya, Bekasi kota setiap tahun  terjadi   bencana   ini. Selain   disebabkan   oleh   faktor   alam, banjir juga disebabkan ulah manusia. Pembangunan gedung, penebangan pohon, dan penyempitan sungai merupakan contoh ulah manusia yang menjadi penyebab banjir.

1.2  Rumusan Masalah
1. Apakah banjir di kelurahan Duren jaya termasuk banjir sungai?
2. Apa yang menjadi faktor utama dalam bencana alam banjir yang melanda di kelurahan  Duren jaya?
3. bagaimana keadaan sungai yang dapat menyebabkan banjir?

1.3  Tujuan Penulisan
1. untuk mengetahui jenis banjir yang terjadi di Kelurahan Duren jaya.
2. untuk mengetahui faktor utama yang menyebabkan banjir di Kelurahan Duren jaya.
3. untuk mengetahui seperti apa kondisi sungai yang dapat menyebabkan banjir.

1.4  Manfaat Penulisan
1. Penulis dan pembaca dapat mengetahui tentang perkembangan sampah terhadap terjadinya banjir dan pencemaran air .
2. Menumbuhkan kesadaran untuk tidak membuang sampah di sungai.



BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.  Definisi Bencana Alam
Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gununggempa bumitanah longsor) dan aktivitas manusia. Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian.
Bencana alam juga dapat diartikan sebagai bencana yang diakibatkan oleh gejala alam. Sebenarnya gejala alam merupakan gejala yang sangat alamiah dan biasa terjadi pada bumi. Namun, hanya ketika gejala alam tersebut melanda manusia (nyawa) dan segala produk budidayanya (kepemilikan, harta dan benda), kita baru dapat menyebutnya sebagai bencana.
Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka. Pemahaman ini berhubungan dengan pernyataan: "bencana muncul bila ancaman bahaya bertemu dengan ketidakberdayaan". Dengan demikian, aktivitas alam yang berbahaya tidak akan menjadi bencana alam di daerah tanpa ketidakberdayaan manusia, misalnya gempa bumi di wilayah tak berpenghuni. Konsekuensinya, pemakaian istilah "alam" juga ditentang karena peristiwa tersebut bukan hanya bahaya atau malapetaka tanpa keterlibatan manusia.
Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran, yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia.
Namun demikian pada daerah yang memiliki tingkat bahaya tinggi (hazard) serta memiliki kerentanan/kerawanan(vulnerability) yang juga tinggi tidak akan memberi dampak yang hebat/luas jika manusia yang berada disana memiliki ketahanan terhadap bencana (disaster resilience). Konsep ketahanan bencana merupakan valuasi kemampuan sistem dan infrastruktur-infrastruktur untuk mendeteksi, mencegah & menangani tantangan-tantangan serius yang hadir. Dengan demikian meskipun daerah tersebut rawan bencana dengan jumlah penduduk yang besar jika diimbangi dengan ketetahanan terhadap bencana yang cukup.
Dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dikenal pengertian dan beberapa istilah terkait dengan bencana.
1.  Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
2.  Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
3.  Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
4.  Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.
5.   Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana,  kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi.
6.   Kegiatan pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan dan/atau mengurangi ancaman bencana.
7.   Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.
8.   Peringatan dini adalah serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang.
9.   Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
10. Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.
11. Rehabilitasi adalah perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pascabencana dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah pascabencana.
12. Rekonstruksi adalah pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan pada wilayahpascabencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial dan budaya, tegaknya hukum dan ketertiban, dan bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat pada wilayah pascabencana.
13.  Ancaman bencana adalah suatu kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana.
14.  Rawan bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, meredam, mencapai kesiapan, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu.
15. Pemulihan adalah serangkaian kegiatan untuk mengembalikan kondisi masyarakat dan lingkungan hidup yang terkena bencana dengan memfungsikan kembali kelembagaan, prasarana, dan sarana dengan melakukan upaya rehabilitasi.
16.  Pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko bencana, baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam bencana.
17.  Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat.
18.  Bantuan darurat bencana adalah upaya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar pada saat keadaan darurat.
19.  Status keadaan darurat bencana adalah suatu keadaan yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk jangka waktu  tertentu atas dasar rekomendasi Badan yang diberi tugas untuk menanggulangi bencana.
20.  Pengungsi adalah orang atau kelompok orang yang terpaksa atau dipaksa keluar dari tempat tinggalnya untuk jangka waktu yang belum pasti sebagai akibat dampak buruk bencana.
21.  Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang menderita atau meninggal dunia akibat bencana.
2.2. Bencana Banjir
Banjir adalah kondisi air yang menenggelamkan atau mengenangi suatu area atau tempat yang luas. Banjir juga dapat mengacu terendamnya daratan yang semula tidak terendam air menjadi terendam akibat volume air yang bertambah seperti sungai atau danau yang meluap, hujan yang terlalu lama, tidak adanya saluran pembuangan sampah yang membuat air tertahan, tidak adanya pohon penyerap air dan lain sebagainya.
Banjir adalah bencana akibat curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi dengan saluran pembuangan air yang memadai sehingga merendam wilayah-wilayah yang tidak dikehendaki oleh orang-orang yang ada di sana. Banjir bisa juga terjadi karena jebolnya sistem aliran air yang ada sehingga daerah yang rendah terkena dampak kiriman banjir.
Jenis – Jenis Banjir

Banjir merugikan banyak pihak Berdasarkan sumber air yang menjadi penampung di bumi, jenis banjir dibedakan menjadi tiga, yaitu banjir sungaibanjir danau, dan banjir laut pasang.
a.       Banjir Sungai
          Terjadi karena air sungai meluap, biasanya terjadi jika ada sampah yang menghambat aliran sungai
b.      Banjir Danau
         Terjadi karena air danau meluap atau bendungannya jebol.
c.       Banjir Laut pasang
          Terjadi antara lain akibat adanya badai dan gempa bumi.
2.3. Penyebab Terjadinya Banjir di Kelurahan Duren jaya
Pernahkah kita mengalami banjir? Bagaimana kita menghadapinya? Di antara kita mungkin ada yang tinggal di sekitar sungai yang rawan banjir. Atau mungkin tidak tinggal di sekitar sungai tapi tetap mengalami banjir. Tahukah kita penyebabnya?
Secara umum, penyebab terjadinya banjir di Indonesia adalah sebagai berikut:  
a)     Pendangkalan sungai,,
b)     Pembuangan sampah yang sembarangan, baik ke aliran sungai,
c)     Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat,
d)      Pembuatan tanggul yang kurang baik,
Banjir hanyalah salah satu dari sekian banyak bencana alam yang sering terjadi. Banjir sering terjadi terutama pada musim hujan   dengan  intensitas   yang   sering   dan lebat. Daerah yang menjadi langganan banjir terutama pada daerah sekitar arus sungai. Namun   daerah   yang   jauh   dari   sungai   pun kadang terkena musibah banjir juga jika curah banjir   terjadi hujan yang datang terus menerus dan sungai tidak lagi sanggup menampung banyaknya air hujan.
          Bencana banjir yang datang tentu tidak kita harapkan, namun saat musibah banjir menimpa kita, tentu kita tidak bisa hanya berdiam diri saja dan pasrah menghadapinya. Ada banyak cara untuk menghadapi banjir tersebut, Di antaranya yaitu:
·         1. Selamatkan barang-barang berharga.
·         2. Selamatkan orang-orang yang kita sayangi setelah itu jika memungkinkan tolong juga orang-orang di sekitar tempat tinggal kita.
·         3. Pindahkan barang-barang penting seperti barang elektronik, tempat tidur, dan alat rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi, misalnya lantai dua rumah atau loteng. Jika kita tidak memiliki loteng maka bawalah pergi barang-barang penting seperti selimut, uang, perhiasan, dan bahan makanan sebisanya. 
2.4 Dampak Negatif Dari Banjir
Banjir dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berupa:
a.  Rusaknya areal pemukiman penduduk;
b.  Sulitnya mendapatkan air bersih;
c.   Rusaknya sarana dan prasarana penduduk;
d.   Menghambat proses belajar mengajar;
e.   Timbulnya penyakit-penyakit;
f.    Menghambat transportasi darat.


                                                                   BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian
            Sungai Kelurahan Duren Jaya.
3.2 Ruang Lingkup Penelitian
            Sungai Kelurahan Duren jaya tetapi hanya yang berada di jalan delima raya yang banyak sampahnya.

3.3 Teknik Pengumpulan Data
a.       Studi pustaka : teknik pengumpulan data dengan mengkaji berbagai teori, prinsip, kosep, dan hukum –hukum yang berlaku dalam ilmu geografi. Data yang diperoleh bersumber dari buku buku, internet, dan warga sekitar.
b.      Observasi : pengumpulan data dalam ilmu geografi yang berusaha untuk melihat langsung tentang gejala dan masalah geografis.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Dari penelitian yang saya lakukan di sungai Kelurahan Duren jaya selama 3 hari saya mendapatkan hasil bahwa sampah itu berasal rumah tangga, toko – toko, warung, dan lain – lain yang ada disekitar sungai Duren jaya, kota Bekasi. Terdapat berbagai jenis sampah yang tergenang pada aliran sungai , diantaranya sampah organik, sampah anorganik, dan sapmah bahan yang berbahaya. Mereka secara tidak sadar membuang sampah ke sungai sehingga menghambat aliran sungai dan memperkecil daya sungai untuk menampung air.
Rendahnya daerah resapan air kini semakin berkurang di sekitar sungai Duren jaya. Dahulu kelurahan duren jaya memiliki rawa sebagai daerah resapan air jika sungai sudah tidak cukup menampung air hujan. Tapi, kini rawa tersebut sudah berubah menjadi sekolah sehingga terjadi banjir.

4.2 Pembahasan
Sampah adalah suatu bahan yang dibuang atau terbuang akibat aktivitas manusia dan belum memiliki nilai ekonomis. Pembuangan sampah secara sembarangan mengakibatkan banjir pada musim hujan dan pencemaran air. Banjir terjadi karena sungai terlalu banyak sampah, sehingga tidak muat lagi untuk menampung air. Akhirnya air pun meluber ke sekitar sungai dan terjadilah banjir.
Selain mengakibatkan banjir, sampah di sungai bisa menyebabkan pencemaran air atau air sumur terkadang keruh. Pencemaran ialah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, dan komponen lain kedalam udara/air, dan berubahnya tatanan air/udara oleh manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/udara kurang sesuai. Hal ini disebabkan sampah yang tercampur air baik kering atau basah air yang tercampur menjadi kotor. dan jika air itu meluber ke sekitar sungai dan diserap oleh tanah maka terjadilah pencemaran air atau air sumur menjadi keruh. Air- air yang tercemar tidak baik untuk kesehatan.
                                   
     4.2.1        Jenis – Jenis Sampah
1.      Sampah organik: sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan dan guguran daun. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah basah.
2.      Sampah anorganik: sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis. Proses penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut di tempat khusus, misalnya plastik, kaleng dan styrofoam. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah kering.
3.     Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3): limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.

4.2.2 Dampak pembuangan sampah sembarangan
1.      Terjadi banjir
2.      Pencemaran air
3.      Merusak pemandangan
4.      Merugikan makhluk hidup yang ada didalam sungai

4.2.3 Cara mencegah atau menanggulangi banjir dan pencemaran air
1.         Tidak membuang sampah ke sungai.
2.         Mengadakan “prokasih”.
3.         Sampah kering atau plastik dapat didaur ulang.
4.         Melakukan tata ulang kembali di kelurahan Duren jaya.
5.        Membersihkan saluran air di sekitar rumah kita
6.        Mengadakan kerja bakti untuk membersihkan seluruh saluran air di desa kita
7.        Mengadakan bakti sosial untuk membersihkan sungai-sungai
8.        Menanam pohon-pohon untuk membantu menyerap air hujan
9.        Menyediakan lahan berupa tanah untuk penyerapan air di kala hujan, dengan kata lain tidak menembok seluruh lahan di sekitar rumah, sebagian lagi dibiarkan berupa tanah.
10.      Membuat sumur-sumur resapan untuk menampung air hujan.


BAB V
PENUTUP

 5.1. Kesimpulan
     Banjir hanyalah salah satu dari sekian banyak bencana alam yang sering terjadi. Banjir sering terjadi terutama pada musim hujan   dengan  intensitas   yang   sering   dan lebat. Daerah yang menjadi langganan banjir terutama pada daerah sekitar arus sungai. Namun   daerah   yang   jauh   dari   sungai   pun kadang terkena musibah banjir juga jika curah banjir   terjadi hujan yang datang terus menerus dan sungai tidak lagi sanggup menampung banyaknya air hujan.
     Bencana banjir yang terjadi di Indonesia selama ini  tidak semata-mata disebabkan oleh alam, namun juga disebabkan oleh perilaku manusia itu sendiri. Dengan demikian, maka seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kelurahan Duren jaya serta pemerintah daerah harus bersama-sama mencegah agar bencana banjir tidak semakin parah, dan pada akhirnya Kelurahan Duren Jaya bebas dari banjir.

5.2. Saran
     Bencana banjir yang selama ini terjadi di Indonesia telah membawa kerugian yang sangat besar. Melihat kondisi ini, maka pencegahan banjir adalah hala yang mutlak yang harus dilakukan oleh seluruh warga kelurahan Duren Jaya guna mencegah dan meminimalkan dampak yang akan terjadi akibat bencana banjir.
     Adapun hal-hal yang harus kita lakukan untuk mencegah bencana banjir adalah sebagai berikut:
  1. Mencegah terjadinya pendangkalan sungai,
  2. Tidak membuang sampah sembarangan termasuk di aliran sungai.
  3. Membuat saluran air yang memadai.
  4. Membuat tanggul yang baik.















DAFTAR PUSTAKA