tes

Kamis, 16 Juni 2016

Religiusitas, Perilaku Sosial, dan Hubungan antara keduanya

Salam jumpa lagi di blog www.dikinuwa.blogspot.com. Bagaimana kabar anda?Semoga baik-baik saja. Pada postingan kali ini saya akan membahas sekilas tentang Religiusitas, Perilaku Sosial, dan Hubungan Religiusitas dengan Perilaku Sosial . Selamat Membaca !!!

Pengertian Religiusitas

     Dari istilah agama(religi) kemudian muncul apa yang dinamakan religiusitas. Meski berakar kata sama, namun dalam penggunaan istilah religiusitas mempunyai makna yang berbeda dengan religi atau agama. Kalau agama menunjuk pada aspek formal yang berkaitan dengan aturan-aturan dan kewajiban-kewajiban. 
     Tapi, religiusitas menunjuk pada aspek religi yang telah dihayati oleh individu di dalam hati (Mangunwijaya, 1982). Bagi seorang Muslim, religiusitas dapat diketahui dari seberapa jauh pengetahuan, keyakinan, pelaksanaan dan penghayatan atas agama Islam (Fuad Nashori dan Rachmy Diana Mucharam, 2002).
     Hawari (1996) menyebutkan bahwa religiusitas merupakan penghayatan keagamaan dan kedalaman kepercayaan yang diekspresikan dengan melakukan ibadah sehari-hari, berdoa, dan membaca kitab suci.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Religiusitas

Menurut Thouless (1992), ia menjelaskan tentang faktor-faktor yang bisa menghasilkan sikap keagamaan, yaitu :

1. Faktor sosial
     Mencakup semua pengaruh sosial dalam perkembangan sikap keagamaan.

2. Faktor pengalaman

     Berkaitan dengan berbagai jenis pengalaman yang membantu sikap keagamaan.

3. Faktor kebutuhan

     - Kebutuhan-kebutuhan ini secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu :
     - Kebutuhan akan keamanan atau keselamatan,
     - Kebutuhan akan cinta kasih,
     - Kebutuhan untuk memperoleh harga diri, dan
     - Kebutuhan yang timbul karena adanya ancaman kematian.

4. Faktor intelektual

     Berkaitan dengan berbagai proses penalaran verbal atau rasionalisasi. Sikap keagamaan adalah keputusan untuk menerima atau menolak terhadap ajaran suatu agama. Religiusitas adalah apabila keputusan untuk menerima itu membuat individu menginternalisasi ajaran agama tersebut ke dalam dirinya.


Aspek-aspek Religiusitas

     Berdasarkan Kementrian Kependudukan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia (Subandi, 1988; Widuri, 1995), religiusitas agama Islam dibagi dalam lima aspek yaitu :
     - Religious belief (the ideological dimension) / Aspek Iman menyangkut keyakinan dan hubungan manusia dengan Tuhan, malaikat, para nabi, dan sebagainya.
     - Religious practice (the ritualistic dimension) / Aspek Islam menyangkut frekuensi, intensitas pelaksanaan ibadah yang telah ditetapkan, misalnya sholat, puasa, zakat.                                                    - Religious feeling (the experiental dimension) / Aspek Ihsan menyangkut pengalaman dan perasaan tentang kehadiran Tuhan, takut melanggar larangan dan lain-lain.
     - Religious knowledge (the intellectual dimension) Aspek Ilmu menyangkut pengetahuan seseorang tentang ajaran-ajaran Islam.
     - E. Religious effect (the consequential dimension)Aspek Amal menyangkut tingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat, misalnya menolong orang lain, bekerja, dan sebagainya.



Definisi Perilaku Sosial

     Perilaku sosial adalah perilaku yang terjadi dalam situasi sosial, yakni bagaimana orang berpikir, merasa dan bertindak karena kehadiran orang lain. Dapat diartikan juga sikap dimana kita saling membutuhkan orang lain.

Faktor-Faktor Pembentuk Perilaku Sosial

Baron dan Byrne berpendapat bahwa ada empat kategori utama yang dapat membentuk perilaku sosial seseorang, yaitu :

a. Perilaku dan karakteristik orang lain

      Jika seseorang lebih sering bergaul dengan orang-orang yang memiliki karakter santun, ada kemungkinan besar ia akan berperilaku seperti kebanyakan orang-orang berkarakter santun dalam lingkungan pergaulannya. Pada aspek ini guru memegang peranan penting sebagai sosok yang akan dapat mempengaruhi pembentukan perilaku sosial siswa karena ia akan memberikan pengaruh yang cukup besar dalam mengarahkan siswa untuk melakukan sesuatu perbuatan.

b. Proses kognitif

      Ingatan dan pikiran yang memuat ide-ide, keyakinan dan pertimbangan yang menjadi dasar kesadaran sosial seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku sosialnya. Misalnya seorang calon pelatih yang terus berpikir agar kelak dikemudian hari menjadi pelatih yang baik, menjadi idola bagi atletnya dan orang lain akan terus berupaya dan berproses mengembangkan dan memperbaiki dirinya dalam perilaku sosialnya.

c. Faktor lingkungan

      Lingkungan alam terkadang dapat mempengaruhi perilaku sosial seseorang.

d. Tatar Budaya sebagai tampat perilaku dan pemikiran sosial itu terjadi

     Misalnya, seseorang yang berasal dari etnis budaya tertentu mungkin akan terasa berperilaku sosial aneh ketika berada dalam lingkungan masyarakat yang beretnis budaya lain atau berbeda. Dalam konteks pembelajaran pendidikan jasmani yang terpenting adalah untuk saling menghargai perbedaan yang dimiliki oleh setiap anak.


Hubungan Religiusitas dengan Perilaku Sosial
 
    Berdasarkan Aspek dan faktor religiusitas dan beberapa faktor perilaku sosial di atas maka dapat diambil suatu hubungan(relasi). Yaitu, dalam faktor sosial dan aspek amal, faktor proses kognitif. Jadi, hubungan Religiusitas dan Perilaku Sosial saling mempengaruhi satu sama lain.

     Jika, Religiusitas individu kurang baik, maka individu tersebut memiliki Perilaku sosial yang kurang baik. Namun, bila Individu memiliki Perilaku sosial yang baik maka kemungkinan besar individu tersebut memiliki Religiusitas yang baik. Karena Setiap agama pasti mengajarkan tentang Perilaku Sosial terhadap manusia, tanpa memandang suku, ras, adat, bahkan yang berbeda agam sekalipun. Manusia tidak dapat hidup sendiri.